Dirgahayu Republik Indonesia ke 80 Bersama SMK SUNAN AMPEL JOMBANG

MERDEKA! Dirgahayu Republik Indonesia ke-80 Sudah 80 tahun bendera Merah Putih berkibar di langit Ibu Pertiwi. Usia ini adalah pengingat bahwa kemerdekaan bukan hanya hadiah, tapi hasil keringat dan darah para pahlawan. Mari kita lanjutkan perjuangan mereka. Bukan lagi dengan senjata, tapi dengan karya, inovasi, dan persatuan. Setiap kontribusi kecil kita adalah bagian dari kemajuan bangsa. Selamat ulang tahun, Indonesiaku! Mari kita jaga kedaulatan dan keutuhan bangsa ini bersama-sama. Di SMK SUNAN AMPEL Juga mengadakan lomba lomba yang seru dan upacara bendera sekolah smk sunan ampel juga mengadaka lomba yang seru dan tidak bikin bosan dan mengadakan upacara bersama dihagiri masyarakat sekitar dan baerapa murid di smk sunan ampel dan guru guru dan jugan mengadakan lomba kebersihan kelas DLL Makna di Balik Barisan: Pentingnya Upacara Bendera di SMK Sunan Ampel Setiap hari Senin pagi, lapangan SMK Sunan Ampel dipenuhi oleh barisan rapi siswa dan guru. Di tengah teriknya mentari pagi, mereka berdiri tegak, mengikuti setiap prosesi upacara bendera dengan khidmat. Bagi sebagian orang, upacara mungkin hanya rutinitas mingguan yang membosankan. Namun, di balik seragam putih abu-abu dan topi yang terpasang, upacara bendera memiliki makna mendalam yang tak ternilai harganya, terutama bagi siswa SMK. Memupuk Karakter dan Kedisiplinan SMK adalah kawah candradimuka yang melahirkan generasi siap kerja. Kedisiplinan menjadi kunci utama. Upacara bendera adalah salah satu cara efektif untuk melatihnya. Selama kurang lebih 45 menit, siswa diajarkan untuk berdiri tegap, mengikuti instruksi, dan menghargai waktu. Kebiasaan ini akan terbawa hingga ke dunia kerja, di mana ketepatan waktu dan ketaatan pada aturan sangat dihargai. Upacara bukan sekadar formalitas, melainkan latihan mental dan fisik untuk membentuk pribadi yang tangguh dan disiplin. Menumbuhkan Rasa Nasionalisme dan Kebanggaan Sebagai generasi penerus bangsa, siswa SMK Sunan Ampel harus memiliki rasa cinta tanah air yang kuat. Upacara bendera adalah momen krusial untuk menumbuhkan rasa nasionalisme. Saat lagu “Indonesia Raya” berkumandang, dan Bendera Merah Putih dikibarkan, ada getaran kebanggaan yang mengalir. Momen ini mengingatkan kita pada perjuangan para pahlawan yang telah berkorban demi kemerdekaan. Dengan menghormati bendera dan menyanyikan lagu kebangsaan, siswa diajak untuk tidak pernah melupakan akar mereka dan selalu bangga menjadi bagian dari Indonesia. Ajang Pembentukan Jiwa Kepemimpinan dan Tanggung Jawab Upacara bendera di SMK Sunan Ampel tidak hanya melibatkan guru, tetapi juga siswa sebagai petugas. Mulai dari pengibar bendera, pembaca teks Pancasila, hingga pemimpin upacara, semuanya adalah siswa. Hal ini memberikan kesempatan emas bagi mereka untuk mengasah jiwa kepemimpinan dan rasa tanggung jawab. Mereka belajar untuk bekerja sama dalam tim, mengatur jalannya upacara, dan menghadapi tekanan. Keterampilan ini sangat relevan dan akan menjadi bekal berharga saat mereka memasuki dunia industri yang kompetitif. Upacara bendera di SMK Sunan Ampel lebih dari sekadar kegiatan rutin. Ia adalah wadah pembentukan karakter, penanaman nilai-nilai luhur, dan sarana untuk mempersiapkan siswa menjadi individu yang tidak hanya terampil secara teknis, tetapi juga memiliki mental baja dan jiwa nasionalisme yang kuat. Jadi, mari kita jadikan setiap upacara sebagai momen berharga untuk belajar, merenung, dan terus memupuk kebanggaan sebagai warga SMK Sunan Ampel dan sebagai bagian dari Bangsa Indonesia. Mengasah Kompetensi dan Keterampilan SMK identik dengan keterampilan praktis. Lomba adalah medan tempur yang sempurna untuk menguji sejauh mana kompetensi yang telah dipelajari di kelas. Misalnya, siswa jurusan Teknik Komputer Jaringan dapat menguji kemampuannya di lomba hackathon, sementara siswa jurusan Tata Boga bisa mengasah kreativitasnya di kompetisi kuliner. Keterlibatan dalam lomba mendorong siswa untuk menggali lebih dalam materi pelajaran, belajar di luar kurikulum, dan menemukan solusi kreatif untuk masalah yang dihadapi. Ini adalah pengalaman belajar yang tidak bisa didapatkan hanya dari buku teks. penulis: puguh budi prastyo
